Aku ga suka spaghetti, aroma oregano-nya aneh dan rasa asemnya lebih aneh lagi. Salad?? Pecel baru enak….Mayonaise??…Where the hell in the world calls such things food? They are “poisonous”…But, Pengalaman hidup di Belanda mau tidak mau membawa aku bersentuhan dengan those-poisonous-things.
Dulu setiap kali beli deBelg Waterloo (kentang goreng paling tersohor di desa Groningen he he) aku bilang nee ketika si penjual menawariku berbagai pilihan saus yang menurutku kedengaran sama sekali ga klop dengan kentang goreng. Bagaimanapun sudah khittahnya kentang goreng itu sama saus sambel. Tapi, gatel juga rasanya melihat Netherlanders melahap si kentang plus mayonaise dengan yummy nya. Judith (student manager) bilang memang itu yang paling favorit di sini. Akhirnya, suatu hari aku bilang, “een patat met mayo, alstublieft”…….sluruuupppp…Pertama aneh, kedua hmmm…….. boleh juga ketiga..it’s addictively “poisonous”!!!!!
Dalam hal makan-memakan, pada dasarnya aku ga ada pantangan makan apapun. Sejauh itu adalah makanan yang menurutku “baik”, hajar bleh. Toh, apa susahnya throw it up kalau tidak enak. Lagian, rasanya penasaran juga bagaimana sebuah budaya menganggap sesuatu pantas dan lezat untuk dimakan sementara budaya lain menganggapnya aneh atau bahkan menjijikkan. Dan tidak ada hal lain untuk menjawab rasa penasaran itu selain dengan mencobanya sendiri. And the experience has begun…….
Kebetulan teman-teman di kos-kosan suka berbagi masakan. Pertama kali, aku ditawari masakan Yunani. Saus bawang putih (oke deh, ngaku kalo aku ga suka bawang putih…ups ketahuan kalo vampire) dengan parutan timun, hmmm..beda…but i did eat it and not throw it up. Rasanya enak juga dimakan dengan roti kering. Setelah itu berbagai makanan mulai dicoba, salad dengan olive oil dan fettacheese … seger!!! Nasi yang dibungkus daun anggur (Turki) serasa lemper deh, pahita (Meksiko), sushi dengan manisan jahe, manisan lada dan favoritku kentang keju (Bhutan). Belum lagi, makan buah-buahan sub tropis yang tidak ditemukan di Indonesia..It has enriched my taste a lot!! Dan tentu saja, apa artinya di Belanda jika tidak mencoba berbagai macam keju (meskipun cuma nyobain testernya he he..mahal euy!!)
Sekarang, rasanya sudah terbiasa sarapan ketang rebus (kentang microwave ding he he) plus mayoinase, makan siang sandwich daging dengan tomat segar dan selada (tanpa doping saus sambel) dan makan malam spaghetti. Meskipun bagiku, makanan lokal tetap nomer satu (tidak ada yang bisa mengalahkan taoto Pekalongan!!), sekarang aku bisa merasakan lezatnya masakan dari budaya laen, lezat yang berbeda! I have now turned to be a pemakan-segala and those once-I-called-poisonous now become a great delicacy!
alf, groningen
Suka makanannya jangan yang susah dicari di Pekalongan Fa, nanti kalo dah pulang bisa2 penuh tuh tas buat isi segala macem keju aja :-p
ini blog-nya kok gonta-ganti template terus. baru lima menit buka, udah ganti template tiga kali…. hehehe
Admisnistratornya lagi iseng…sori ya masboi…hehehe
ooo, kirain diset bisa ganti template tiap menit…
btw, adminnya siapa?
ayo bikin kopdar or temu blogger indonesia di belanda… banyak juga lho…
Mas, salah nempatin comment nih, harusnya kalo soal yang berhubungan ma blog ini kirimnya ke Tentang. Ini kan postingan soal makanan, ntar yang punya protes loh!
Soal kopdar, sayangnya admin yang sekarang ga suka ngopi…:p